Tuesday, March 22, 2016

Diary Anak HI #2: Bisa Organisasi Ngga Sih?

Disclaimer: Rangkaian personal opinion ini merupakan salah satu cara gue untuk melepas stres dan frustasi karena tidak menemukan topik yang cukup menarik untuk dibahas. Sehingga mau tidak mau gue hanya bisa memandangi photopack lembar kosong selama berjam-jam dan akhirnya menyerah. Terus gue teringat dengan tulisan yang gue tulis sebelumnya dan menceritakan tentang kehidupan pribadi gue sebagai mahasiswa yang sedang menekuni kuliah di HI Unpad. Jadi tulisan ini merupakan penyambung dan mungkin jadi panduan berguna buat dedek-dedek gemes yang mau ngelanjutin kuliahnya di HI.


Ciri khas yang utama dari mahasiswa adalah sok kritis dan keberanian untuk menyatakan sesuatu yang ada di dalam pikirannya. Baik sesudah dipikirkan ataupun yang penting ngomong dulu mikir belakangan. Hal-hal seperti inilah yang menjadi salah satu value penting dalam kehidupan mahasiswa. Memang sih, tidak dapat dipungkiri ada saja yang milih untuk cuma setelah kuliah lalu kemudian pulang, entah ke kostan atau ke rumah mamak, tapi kebanyakan manusia yang disebut mahasiswa ini biasanya akan memilih untuk aktif berorganisasi. Baik yang resmi dan dinaungi oleh kampus (baca: BEM, BPM, ataupun pengurus-pengurus UKM) ataupun yang resmi tapi tidak dinaungi oleh kampus (baca: HMI, mbuh sing apik po ora, GMNI, dan teman-teman sebangsanya).

Keberadaan organisasi ini jelas memuaskan hasrat mahasiswa yang ingin tampil dan terlihat keren karena bacaan-bacaan klasiknya. Yang sebetulnya agak meragukan apakah dia baca sendiri atau hasil copas di internet kaya tugas-tugas kuliah. Tapi intinya, organisasi inilah yang kemudian menjadi pembuka jalan mahasiswa. Entah untuk dapat koneksi, sebagai langkah untuk mengumpulkan syarat kelulusan (serius lho ini), ataupun sebagai gegayaan dan mengasah kemampuan leadership, tsahh....

Yang pastinya mahasiswa HI tidak terkecuali Unpad dan kampus-kampus lainnya juga berlomba-lomba untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan dinamis kampus ini. Keberadaan organisasi ini yang menjadi wadah para HI-ers (aoaab dha) untuk berkembang.

Terus, apa bisa ikut organisasi kalo sibuk kayak yang lo bilang kemaren?

Mungkin pertanyaan ini akan terus bermunculan di pikiran kalian ketika anak HI sibuknya kayak bgzd dan banyak tugas, masih punya waktu gitu buat ikutan organisasi? Jan-jan tar malah bikin bengkak mata dan jadi mata panda (DUDUT..... oke fix abaikan).

Gue cuma jawab bisa. Ya itu sih pinter-pinternya ngana aja buat atur jadual (eh bener kan ejaannya) biar ga bentrok antara kelas lo, oganisasi lo, tugas lo, dan kebat-kebit lo ngisep rokok sama minum-minum jack daniels. Ada temen gue yang ambitch di kelas dan ambitch organisasi. Well, dia bisa ngejalanin kok dan keliatannya oke-oke aja.

Cuma tidak disarankan bagi kalian yang emang ga kuat jantung dan ga kuat syahwat untuk nafsu-nafsu organisasi kebanyakan kayak gitu. Jikalau nanti harus keluar lebih cepet kan gabaik.. Ga akan puas nanti yang kalian layanin, sementara kita udah kepuasan sendiri.

Ketika kalian jadi mahasiswa, yang diminta oleh dosen kalian adalah nilai IP yang bagus. Sementara yang diminta sama temen-temen kalian adalah waktu buat mereka. Jadi ya diatur-atur aja, biar ga ejakulasi dini dan bisa memuaskan kedua belah pihak.

Tulisan ini merupakan buah gabut seorang mahasiswa HI yang tidak bisa move-on dari asal daerahnya di Jakarta dan sedang kangen member JKT48 yang banyaknya naudzubillah itu.

No comments:

Post a Comment