Sunday, October 11, 2015

Pena Usang #1: Lalu Apa? (Sebuah Percobaan Puisi)

Ketika menatap langit, aku tertegun
Teringat tentang asap yang dulu menyelimutinya
Mengharapkan pertolongan, menggapai udara
Tercekik, melotot sendu, sebelum tertekuk lemas

Orang dikejauhan berteriak demi kami
Tapi sungguhkah kau memperjuangkan kami?
Atau hanya melihat kesempatan
Menunjuk badan yang kalian anggap gemuk
Menuduhnya tidak mampu mengurus kami
Sementara kau dibelakang terus membakar udara

Lalu kami yang disini harus apa?
Bersikap diam, memasrahkan diri
Membiarkan kami tercekik oleh udara kami sendiri
Atau ikut-ikut menunjuk

Tuan-tuan besar yang sedang menggendutkan perutnya
Maukah kau sejenak melihat kebawah
Ke jasad teman kami, yang tergeletak kehabisan nafas
Juga kehabisan waktu

No comments:

Post a Comment