Friday, October 23, 2015

Flash #1: Sebuah Cerita di Tengah Kebosanan

Ini cerita pendek yang tercetus tiba-tiba saat gue bosan. Bukan ff, gue gasuka nulis ff karena gue gajago bikin cerita yang karakternya tuh terikat banget. Kalo nulis ff kan gue merhatiin ekspektasi pembaca, yang pasti gamau karakternya gue jauhin dari karakter asli. Bukan ini semacam curcol yang gue bikin jadi kayak cerpen aja. Makanya paling pendek. Kalo misalnya ga nemu maksud cerpen ini jangan maksain nyari ya. Kasian kalo otak-otak lo pada ngebul, kalo awalnya juga aneh juga jangan diterusin. Gue gamau menyiksa kalian dengan cerita yang gue bikin dan ga mutu ini. Kalo ada ide yang bagusan pasti akan gue post kok. Jadi tolong, tetep pantengin ya... Oya, kejadiannya ga betulan, tapi namanya gue comot dari nama asli. Sorry papah ketang... hahahahaha.......

Tuesday, October 20, 2015

Cerita Pendek #2: "Salahkah?": Renungan singkat mengenai LGBT

Seperti biasa, disclaimer bakal gue taro paling depan disini. Ceritanya gue baru aja baca banyak banget fanfiction (ya, gimana juga mereka bentuk sastra kontemporer) yang rame banget ngambil tema LGBT. Bukannya dukung atau apa, mungkin gue nulis cerita ini pun juga sebagai tulisan bias dari sisi orang yang menjalani LGBT itu sendiri. Hampura kalo ceritanya kalian anggap kependekan. Udah malem soalnya, jadi otak juga rada-rada ngadat. Kalo ga nemu apa intinya jangan terlalu dicari, mungkin cerita singkat ini hanya untuk dinikmati.

Untuk kategori umur: Ini agak rated ya, jadi tolong kalo ada anak kecil buka-nya bareng orang tua. Atau ada remaja tanggung yang mau buka tolong ajak orang dewasa. Bukan karena ada adegan vulgar, supaya kalian ga salah kaprah aja. Selamat membaca dan semoga menikmati seperti ketika gue menemukan keinginan untuk menulisnya.

Sunday, October 18, 2015

Keping Memori #1: Cerita Aja Deh

Awalnya gue mau bikin fanfict disini, tapi kok rasa-rasanya jadi receh banget kalo misalnya gue nulis sesuatu hanya buat kejar kesenangan sesaat dan waro-an yang ujung-ujungnya malah bikin ketawa-ketiwi malu sambil pengen delete-in post tapi udah terlanjur. Tadinya juga mau ngasih pengumuman kalo novel gue yang dulu-dulu gue ceritain udah kelar. Tapi dengan alasan yang sama, akhirnya gue gajadi nulis itu juga. Jadilah gue akan bercerita-cerita ga jelas dengan kalian semua.

Sunday, October 11, 2015

Pena Usang #1: Lalu Apa? (Sebuah Percobaan Puisi)

Ketika menatap langit, aku tertegun
Teringat tentang asap yang dulu menyelimutinya
Mengharapkan pertolongan, menggapai udara
Tercekik, melotot sendu, sebelum tertekuk lemas

Orang dikejauhan berteriak demi kami
Tapi sungguhkah kau memperjuangkan kami?
Atau hanya melihat kesempatan
Menunjuk badan yang kalian anggap gemuk
Menuduhnya tidak mampu mengurus kami
Sementara kau dibelakang terus membakar udara

Lalu kami yang disini harus apa?
Bersikap diam, memasrahkan diri
Membiarkan kami tercekik oleh udara kami sendiri
Atau ikut-ikut menunjuk

Tuan-tuan besar yang sedang menggendutkan perutnya
Maukah kau sejenak melihat kebawah
Ke jasad teman kami, yang tergeletak kehabisan nafas
Juga kehabisan waktu